WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Motogp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motogp. Tampilkan semua postingan
Jorge lorenzo

Jakarta - Pembalap Spanyol, Jorge Lorenzo berlibur di Bali setelah MotoGP 2019 tuntas. Lorenzo sudah berada di Bali sejak Jumat (22/11/2019).

Lorenzo memilih menghabiskan waktu di Pulau Dewata untuk melepas penat setelah mengumumkan pensiun dari MotoGP. Pada balapan terakhirnya di MotoGP, Lorenzo finis di posisi ke-13.

Hasil itu pun tak membuatnya pusing karena dia sudah menyabet lima gelar juara dunia, tiga di antaranya di kelas MotoGP.

Lorenzo merasa sudah puas walau mengakhiri karier pada usia 32 tahun. Ia senang karena bisa menjalani karier dengan baik dan pensiun dalam keadaan sehat.

Kabarnya, Lorenzo akan berada di Bali dalam waktu yang lama.

Kedatangan Jorge Lorenzo di Bali disambut artis Nikita Mirzani. Keduanya juga terlihat menghabiskan waktu untuk santai bersama.

Nikita membuat warganet iri dengan mengunggah foto tengah mencium pipi Lorenzo. Nikita mencium Jorge Lorenzo dua kali, pipi kiri dan kanan. Pembalap 32 tahun itu pun tak menolak ciuman Nikita.

Video Bumerang

Jorge Lorenzo Dicium Nikita Mirzani saat Liburan di Bali


"@jorgelorenzo99 Come quando i bimbi aprono le braccia e felici dicono “tanto così”... tu sei il mio “tanto così” amore, benvenuta a Bali amore 💕," tulis Nikita Mirzani dalam bahasa Spanyol, negara asal Lorenzo sebagai keterangan unggahannya, Jumat (22/11/2019).

Jorge Lorenzo sempat memberikan komentar pada video bumerang Nikita tersebut. Lorenzo menuliskan emoticon senang. Lorenzo juga melakukan repost postingan Nikita tersebut di Insta Story.

Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo.

Valencia - Fabio Quartaro menjadi yang tercepat saat latihan bebas ketiga (FP3) MotoGP Valencia, Sabtu (16/11/2019). Pembalap Petronas Yamaha itu mengoleksi catatan waktu 1 menit 30,232 detik.

Dengan hasil ini, Quartararo sukses mencetak hattrick posisi pertama di sesi latihan bebas MotoGP Valencia. Sebelumnya, pembalap asal Prancis itu juga menjadi yang tercepat di FP1 dan FP2.

Di bawah Quartaro, ada Marc Marquez dengan catatan waktu 10 menit 30,4567 detik. Hasil ini lebih baik daripada yang diraih Marquez di dua sesi latihan bebas sebelumnya.

Sementara itu, Valentino Rossi finis di posisi keempat. Bagi Rossi, hasil ini terhitung cukup bagus lantaran ia sempat mengalami masalah.

Pembalap Monster Energy Yamaha itu jatuh dua kali saat menjajal lintasan Valencia, Jumat (15/11/2019) kemarin. Di FP3, Rossi mengemas catatan waktu 1 menit 30,630 detik.

Hasil FP 3

Fabio Quartararo Tercepat di FP1 MotoGP Malaysia

1 = Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha (YZR-M1)* 1'30.232s
2 ^1 Marc Marquez SPA Repsol Honda (RC213V) +0.224s
3 ^1 Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP19) +0.311s
4 ^10 Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) +0.398s
5 = Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha (YZR-M1) +0.491s
6 ˅4 Maverick Viñales SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +0.503s
7 ^5 Danilo Petrucci ITA Ducati Team (GP19) +0.615s
8 ^1 Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (GP19) +0.619s
9 ˅2 Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* +0.726s
10 ^1 Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) +0.764s
11 ^6 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Factory (RC16) +0.807s
12 ˅6 Alex Rins SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR) +0.861s
13 ˅3 Johann Zarco FRA LCR Honda (RC213V) +0.973s
14 ^2 Jorge Lorenzo SPA Repsol Honda (RC213V) +1.151s
15 ^6 Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) +1.435s
16 ˅3 Michele Pirro ITA Ducati Team (GP19) +1.439s
17 ^2 Karel Abraham CZE Reale Avintia Ducati (GP18) +1.554s
18 ˅10 Aleix Espargaro SPA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) +1.636s
19 ˅1 Tito Rabat SPA Reale Avintia Ducati (GP18) +2.033s
20 ^3 Iker Lecuona SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16)* +2.166s
21 ˅1 Mika Kallio FIN Red Bull KTM Factory (RC16) +2.289s
22 ˅7 Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* +2.367s
23 ˅1 Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) +2.814s

Jadwal MotoGP Valencia

Minggu (17/11/2019)

 14:20 - 14:40, WU Moto3

14:50 - 15:10, WU Moto2

15:20 - 15:40, WU MotoGP

17:00, Race Moto3

18:20, Race Moto2

20:00, Race MotoGP





Jorge Lorenzo

 Valencia - Pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, membuat keputusan mengejutkan dengan pensiun dari MotoGP pada pada akhir musim ini. Dia mengaku gantung helm karena tak lagi memiliki motivasi baru di ajang tersebut.

MotoGP Valencia, Minggu (17/11/2019), akan menjadi balapan terakhir Jorge Lorenzo. Itu akan menjadi balapan ke-296 X-Fuera di ajang grand prix.

Saat mengumumkan keputusannya itu, Lorenzo tak dapat menahan air matanya menetes. Dia mengaku gagasan untuk mengakhiri kariernya di MotoGP sebenarnya mulai muncul setelah balapan MotoGP Belanda 2018, pada 30 Juni.

Namun, Lorenzo masih berusaha terus menundanya, dan mencari motovasi baru. Namun, ternyata dia tak lagi memiliki ambisi baru yang bisa menyelamatkan kariernya. Pembalap asal Mallorca itu tak mau terus membalap hanya untuk sekadar mencari poin atau finis di urutan kelima atau keenam, bahkan di posisi belakang.

Saat itulah, dia menyadari saatnya untuk menutup lembar kehidupannya di MotoGP sudah tiba.

"Setelah jatuh di Assen (MotoGP Belanda), kemungkinan pensiun mulai masuk akal. Saya ingin menunda keputusan itu selama mungkin. Saya ingin menjalani tur Asia dan melihat apakah saya mampu mengembalikan motivasi dan tampil sedikit lebih baik di motor Honda," kata Lorenzo, seperti dilansir AS.

"Tapi, saya tak bisa menemukan motivasi itu. Setelah MotoGP Malaysia saya membuat keputusan dan menyampaikannya kepada Alberto Puig (bos Honda)," imbuh Lorenzo.

Dalam kesempatan tersebut, Jorge Lorenzo juga secara khusus meminta maaf kepada Honda karena tak bisa memenuhi harapan tinggi mereka.

Sebelum balapan MotoGP Valencia 2019, Jorge Lorenzo masih tercecer di posisi ke-19. Dia hanya mendulang 25 poin pada tahun ini.

Setelah pensiun, Jorge Lorenzo mengaku akan melakukan banyak hal. Namun, dia mengatakan belum memikirkannya secara detail.

"Saya belum merencanakan hidup saya. Saya akan menikmati liburan panjang setelah musim dingin, di suatu tempat yang kaya sinar matahari dan di pantai. Setelah kembali barulah saya melihat apa yang akan dilakukan," urai Lorenzo.

Berikut ini ucapan emosional Jorge Lorenzo saat mengumumkan keputusannya pensiun dari MotoGP.

Ucapan Perpisahan Lorenzo

Jorge Lorenzo, Carmelo Ezpelata

Halo semuanya dan terima kasih telah menerima undangan ini, yang membuat saya bangga dan senang. Sangat berarti bagi saya kalian bisa datang. Saya selalu bilang ada empat hari yang sangat penting bagi pembalap. Pertama, ketika menjalani debut di ajang grand prix, kemudian ketika kali pertama memenangi balapan, memenangi gelar juara dunia kali pertama karena tak semua orang bisa melakukannya, dan saya bisa mencapainya; dan ketika Anda mengumumkan pensiun.

Tak terbayangkan hari itu akhirnya tiba bagi saya. Saya berada di sini untuk mengumumkan bahwa ini akan menjadi balapan terakhir saya di MotoGP dan setelah balapan ini saya pensiun sebagai pembalap profesional.

Ini semua dimulai ketika saya berusia tiga tahun dan praktis saya mendedikasikan 20 tahun di olahraga ini. Orang-orang yang bekerja untuk saya tahu betapa perfeksionis saya, betapa banyak energi dan intensitas yang saya curahkan untuk motor. Untuk menjadi perfeksionis Anda harus punya motivasi pribadi. Masa 9 tahun saya di Yamaha sangat mengesankan, mungkin yang terbaik dalam karier saya.

Kemudian saya menyadari butuh perubahan. Saya memutuskan pindah ke Ducati dan itu menjadi pelecut motivasi. Meskipun hasilnya buruk pada awalnya, itu memberikan motivasi ekstra untuk tidak menyerah dan meraih hasil luar biasa di Mugello, di depan fans Ducati. Kemudian saya pindah ke Honda, yang juga menjadi tantangan baru. Bagi semua pembalap mengendarai Repsol Honda adalah impian.

Minta Maaf kepada Honda

Pada titik ini pada karier saya, mustahil bagi saya mempertahankan motivasi dan target pada awal musim, itu tak realistis. Jadi saya harus mengatakan ini. Mohon maaf untuk Honda, dan terutama Alberto Puig, yang memberi saya kesempatan ini.

Saya ingat tes di Montmelo pada 2018 dengan sangat baik, pada pertemuan pertama kami dan kami bicara untuk kali pertama tentang perpindahan saya ke Honda. Saya bilang tak akan melakukan kesalahan, bahwa dia harus memercayai saya. Saya juga minta maaf kepada Honda, tapi saya rasa ini keputusan terbaik bagi saya dan tim. Karena Honda dan Lorenzo tak bisa hanya bertarung untuk poin, atau hanya berada di 5 besar atau podium. Kami adalah juara dan saya ingin juara di Honda.

Melihat karier saya yang luar biasa dan sukses, saya merasa menjadi pria yang beruntung. Kadang saya merasa satu dari jutaan orang yang beruntung. Saya bertarung melawan pembalap-pembalap hebat di generasi saya dan sebagian tak sesukses saya, dan beberapa gagal mencapai kelas premier dan harus mendedikasikan hidup mereka pada pekerjaan normal.

Saya selalu merasa bersyukur. Memang benar demi ini saya harus mengorbankan kehidupan saya, tapi Anda juga harus berada di tempat dan waktu yang tepat.

Saya menggunakan kesempatan ini untuk berterima kasih kepada semua yang membantu saya hingga berada di sini: Carmelo Ezpelata dan Dorna atas perlakuan yang selalu baik kepada saya. Juga kepada seluruh tim yang percaya kepada saya sepanjang karier: Derbi, Aprilia, Yamaha, Ducati, dan Honda. Terutama kepada Giampiero Sacchi, Gigi Dall'Igna, Lin Jarvis, dan Alberto Puig.

Tentu saja, juga ibu saya yang membawa saya ke dunia ini, ayah saya yang menularkan kecintaannya terhadap motorsport, dan pengorbanan yang harus dia lakukan. Serta terima kasih untuk fans, fan club, dan semua pencinta MotoGP yang tetap menjaga olahraga ini. Terima kasih atas bantuannya.



Alami Cedera Parah, Jorge Lorenzo Umumkan Pensiun dari MotoGP - Pebalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, akhirnya mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari MotoGP akhir musim ini. Hal ini ia sampaikan dalam sesi jumpa pers yang juga dihadiri CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, pada Kamis (14/11/2019).

Lorenzo yang merupakan lima kali juara dunia, bergabung dengan Repsol Honda awal tahun ini, dan kesulitan beradaptasi dengan RC213V. Selain sulit menembus posisi 10 besar di sepanjang 2019, ia tak pernah benar-benar fit sejak mengalami kecelakaan di Aragon, Spanyol pada 2018.

Puncaknya terjadi di Assen, Belanda, ketika ia kecelakaan hebat di Tikungan 7 dalam sesi latihan bebas pertama (FP1).Usai berguling-guling di area gravel, ia tampak linglung sebelum dilarikan ke Medical Center. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan keretakan pada tulang belakang T6 dan T8.

Lorenzo absen dari sisa pekan balap di Assen, begitu juga Jerman, Ceko, dan Austria. Ia kembali di Silverstone, Inggris, namun hasil balapnya tak mengalami kemajuan dan sakit pada punggungnya tak segera pulih. Sejak itu pula ia digosipkan ingin pensiun.

Isu itu pun akhirnya benar terjadi. Lorenzo akhirnya memutuskan untuk pensiun dari MotoGP akhir musim ini, dan keputusan itu ia umumkan di Valencia.

Selama berkarir di Grand Prix, Lorenzo mengoleksi lima gelar dunia, yakni GP250 2006 dan 2007, serta MotoGP 2010, 2012, dan 2015. Ia juga sukses meraih 152 podium, 68 kemenangan, dan 69 pole.

Selama di MotoGP, ia mengoleksi 47 kemenangan, 44 di antaranya ia raih bersama Yamaha, dan tiga lainnya ia raih bersama Ducati. Berikut prestasi Lorenzo selama di ajang Grand Prix.

Prestasi Jorge Lorenzo di Ajang Grand Prix

GP125
2002 - Derbi - Peringkat 21
2003 - Derbi - Peringkat 12
2004 - Derbi - Peringkat 4

GP250
2005 - Honda - Peringkat 5
2006 - Aprilia - Juara dunia
2007 - Aprilia - Juara dunia

MotoGP
2008 - Yamaha - Peringkat 4
2009 - Yamaha - Runner up
2010 - Yamaha - Juara dunia
2011 - Yamaha - Runner up
2012 - Yamaha - Juara dunia
2013 - Yamaha - Runner up
2014 - Yamaha - Peringkat 3
2015 - Yamaha - Juara dunia
2016 - Yamaha - Peringkat 3
2017 - Ducati - Peringkat 7
2018 - Ducati - Peringkat 9
2019 - Honda - Peringkat 19

Alami Cedera Parah, Jorge Lorenzo Umumkan Pensiun dari MotoGP

Zarco Bidik Posisi Lorenzo di Repsol Honda WINBET299 - Johann Zarco masih mencari kontrak MotoGP untuk musim 2020. Ia pun sangat antusias andai Honda membukakan pintu buatnya menggantikan Jorge Lorenzo.

Di awal musim ini, Zarco sempat membalap bersama KTM. Namun, ia memutuskan kontrak bersama tim tersebut di pertengahan musim, lantaran kesulitan menunggangi motor RC16 miliknya.

Saat ini, rider asal Prancis itu tengah menggantikan Takaaki Nakagami di LCR Honda yang harus absen akibat menjalani operasi bahu. Zarco bergabung di tim satelit Honda tersebut hingga balapan terakhir di Valencia.

Kendati demikian, Zarco belum tahu bagaimana masa depannya di musim 2020. Di sisi lain, kelanjutan kerja sama antara Repsol Honda dengan Jorge Lorenzo dipertanyakan. Tidak sedikit yang mengira Lorenzo akan hengkang menyusul hasil-hasil yang mengecewakan.

Terkait masa depannya selepas kontraknya bersama LCR Honda berakhir, Zarco masih belum mengetahui ke mana tujuan selanjutnya. Namun, rider 29 tahun itu berharap bisa masuk ke tim pabrikan, andai Repsol Honda tidak melanjutkan kontrak Lorenzo.

Zarco finis jauh lebih baik daripada Lorenzo di Phillip Island, Australia kendati mesti retired di Sepang, Malaysia. Bukan tidak mungkin Repsol Honda akan mempertimbangkan Zarco jika memutuskan untuk mendepak juara dunia lima kali itu.

"Sebenarnya saya tidak merahasiakan masa depan saya. Saya hanya tidak tahu apa yang akan terjadi," kata Zarco dikutip dari Speedweek. "Jika Honda membukakan pintu, maka saya akan menjadi pilihan yang tepat. Saya adalah satu-satunya rider yang kosong sekarang, di saat situasi sulit seperti ini saya bersedia menunggu."

"Mimpi yang menjadi kenyataan bila bisa bergabung dengan tim Repsol Honda, karena saya sudah mencoba motornya dan yakin mampu menguasainya. Tentu, masih banyak hal yang perlu dikembangkan, dan saya ingin mengambil kesempatan itu untuk mengembalikan kekuatan dan menjadi pebalap top."

"Bersama Honda, saya bisa memberi kesempatan kepada mereka untuk menempatkan pebalap lain selain Marc Marquez di podium. Tentu Marc rider yang tangguh, tetapi jika saya benar-benar mampu memanfaatkan motor dengan baik, maka saya dapat berjuang meraih podium juga," ujar Zarco.


 Zarco Bidik Posisi Lorenzo di Repsol Honda WINBET299

Honda Sudah Seperti Keluarga, Marquez Enggan Pindah WINBET299 - Rider Repsol Honda Marc Marquez meredam spekulasi yang menyebut dia berencana pindah tim. Marquez belum mau hengkang karena Honda seperti keluarganya sendiri.

Repsol Honda memberi kesempatan kepada pebalap Spanyol itu untuk tampil di MotoGP pada 2013. Marquez diplot sebagai pengganti Casey Stoner, yang pensiun, untuk berduet dengan Dani Pedrosa.

Tidak disangka, Marquez justru melejit dengan tampil sebagai juara dunia MotoGP di musim perdananya. Gelar tersebut adalah yang kedua bagi Honda setelah Stoner di 2011, di tengah dominasi Yamaha.

Kini bersama Marquez, pabrikan Jepang itu dengan mudahnya mengalahkan para rival dengan memenangi lima gelar juara dunia dari enam musim kemudian. Sukses ini semakin manis karena Marquez sekaligus mengukir rekor sebagai pebalap tersukses dengan mengoleksi kemenangan terbanyak di kelas premier. Plus memiliki rekor poin tertinggi dalam satu musim.

Dengan trofi dan rekor-rekor yang sudah dipecahkan, Marquez digadang-gadang untuk mencari tantangan baru di tim lain. Ducati salah satu tim yang ramai dihubungkan dengan pebalap asal Cervera itu di masa depan.

"Saat masih bocah, impianku adalah ingin menjadi seperti Doohan, Valentino, Dani Pedrosa, dan banyak pebalap hebat lainnya yang pernah bergabung dengan Repsol Honda," Marquez mengatakan dalam sebuah event Honda di Milan.

 "Mereka memberiku kesempatan untuk terjun ke MotoGP, dan sekarang menjadi pebalap yang mengoleksi kemenangan terbanyak di MotoGP dengan Honda adalah sesuatu yang mengagumkan. Aku ingin terus di sini selama bertahun-tahun lagi karena ini adalah keluargaku," kata dia dilansir Marca.

Musim 2019 tinggal menyisakan satu seri lagi di Valencia, yang akan digelar pada dua pekan lagi. Marquez mengungkapkan, bahwa persiapan untuk musim depan sudah dimulai.

"Kami sudah mulai bekerja untuk musim 2020 karena kejuaraan sudah selesai. Itulah mengapa kami mulai mengerjakan beberapa konsep dan ya, Honda sedang bekerja keras untuk meningkatkan motor sehingga kami akan bisa lebih kompetitif lagi," kata pemilik delapan titel juara dunia itu.


Honda Sudah Seperti Keluarga, Marquez Enggan Pindah WINBET299

Dianggap Kurang Berani Ambil Risiko, Lorenzo Tepis Komentar Bos Honda WINBET299 - Jorge Lorenzo menepis anggapan Bos Honda Alberto Puig yang menyebut, dia kurang berani ambil risiko dengan motor RC213V. Berbagai insiden Lorenzo adalah bukti.

Juara tiga kali kelas premier itu memang menjalani awal karier yang sulit bersama Honda. Alih-alih menjadi menyaingi rekan setimnya, Marc Marquez, di lintasan Lorenzo justru tidak mampu menembus 10 besar.

Situasi Lorenzo diperburuk dengan serangkaian kecelakaan yang dialaminya sehingga membuat dia cedera. Insiden terakhir melukai tulang belakang Lorenzo, yang memaksa dia absen selama dua bulan.

Belakangan ini Puig mengomentari kesulitan yang dialami pebalapnya itu. Menurut Puig, hasil buruk Lorenzo bukan perkara teknik melainkan kurangnya keberanian dan kemauan. Klaim yang ditolak Lorenzo.

"Well, dia adalah bos dan seseorang yang amat kuhormati karena kupikir dia tahu tentang motor dan dunia [MotoGP] ini," Lorenzo mengatakan di paddock Misano, dilansir Crash.

Lihat juga: Raheem Sterling Jadi Sasaran Serangan Rasial Lagi WINBET299

"Tapi [bagaimana bisa] seseorang mengatakan bahwa aku tidak berusaha dan tidak mengambil risiko dengan motor ini - karena aku mengalami beberapa kecelakaan hebat, selalu karena aku ingin mencoba mendapatkan hasil-hasil bagus."

"Mungkin itulah masalahnya. Aku terlalu memaksa sebelum tahu benar tentang motornya dan itulah mengala aku kecelakaan dan cedera dan hal ini membuat segalanya jauh lebih sulit. Karena segalanya [datang] dari cedera-cedera ini. Tanpa cedera-cedera itu, aku yakin aku bisa mungkin tidak memenangi beberapa balapan, tapi finis terkadang di podium dan di lima besar."


Dianggap Kurang Berani Ambil Risiko, Lorenzo Tepis Komentar Bos Honda WINBET299