WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label English Premiere League. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label English Premiere League. Tampilkan semua postingan

Bos Lazio Datang ke London, Tuntaskan Transfer Olivier Giroud - Sebuah informasi menarik datang dari Lazio. Salah satu petinggi raksasa Italia itu diberitakan tengah berada di London untuk menuntaskan transfer Olivier Giroud.

Pemain asal Prancis itu memang tengah berencana untuk pergi dari Chelsea. Ia ingin pindah klub demi mengamankan tempatnya di skuat Timnas Prancis yang bakal tampil di Euro 2020.

Giroud yang merupakan seorang striker berpengalaman saat ini diminati banyak klub. Ada beberapa tim Inggris seperti Tottenham Hotspur dan Newcastle yang tertarik merekrut jasanya.

Namun Sky Italia mengklaim bahwa ada kemungkinan lain terkait masa depan Giroud. Sang striker berpotensi pindah ke Lazio di deadline day ini.

Menurut laporan tersebut, Direktur Olahraga Lazio, Igli Tare diberitakan saat ini tengah berada di London. Dia dipercaya tengah mengunjungi markas Chelsea di Cobham. Ia tengah mengupayakan agar sang striker bisa merapat ke Italia.

Lazio diberitakan harus tancap gas karena bursa transfer mereka tutup lebih dahulu daripada bursa transfer Inggris. Laporan itu juga membeberkan detail kontrak yang ditawarkan Lazio kepada Giroud.

Sang striker diberikan kontrak dengan durasi dua setengah tahun. Untuk itu ia bisa menjadi bagian dari Lazio hingga tahun 2022.

Namun Giroud harus siap potong gaji selama di Italia. Pasalnya tim asal Ibukota Roma itu hanya mampu membayar 50 ribu pounds per pekan untuk jasanya.

Laporan itu juga mengklaim bahwa Chelsea masih ragu-ragu untuk melepaskan Giroud. Mereka enggan menjual sang striker jika mereka tidak mendapatkan penggantinya di bursa transfer kali ini.

Bos Lazio Datang ke London, Tuntaskan Transfer Olivier Giroud

Liam Gallagher mengaku bahagia melihat Manchester United tengah terpuruk (Foto: Photo by John Gichigi/Getty Images)

Mantan personel Oasis, Liam Gallagher, mencemooh kondisi Manchester United yang tengah merosot saat ini. Ia girang MU lebih inferior ketimbang Manchester City.

Gallagher merupakan penggemar berat City sejak lama. Meski demikian, ia mengaku belakangan ini lebih suka melihat hasil yang diraih klub rival, MU, dibandingkan tim pujaannya tersebut.

Hal itu lantaran raihan hasil kurang memuaskan Setan Merah di tangan Ole Gunnar Solskjaer yang membuat pelantun lagu Wonderwall tersebut senang. MU kini berada di urutan kelima klasemen Liga Inggris dengan 31 poin, tertinggal 13 angka dari City di posisi ketiga.

Gallagher pun tak ragu melemparkan olok-olok terhadap kondisi MU saat ini. Baginya, Setan Merah kini tak lebih dari sekadar lelucon semata.


"Anda menonton United dan jelas kami tak bisa mencapai apa yang dilakukan United di bawah (Sir Alex) Ferguson. Namun kini mereka benar-benar linglung, saya tidak pernah melihat ini terjadi pada mereka dalam waktu yang lama," kata Gallaher kepada Copa90, dikutip dari The Sun.

"'Ayo dan dapatkan Ole, dia akan melakukan segala urusan'. Mereka akan merekrut Rio (Ferdinand) selanjutnya, iya kan? Itu sungguh bikin ketawa," sambungnya.

"Mereka seharusnya menggaet Roy Keane untuk menendang semua orang dan menciptakan sedikit kekacauan. Membeli (Harry) Maguire seharga 80 juta paun? Konyol sekali, bukan?" ujar Gallagher.





Gabriel Jesus Siap Geser Aguero dari Starting XI Manchester City - Umur adalah momok bagi setiap pesepakbola, tak terkecuali Sergio Aguero yang sekarang membela Manchester City. Dan celah itulah yang sedang berusaha dimanfaatkan penyerang the Citizens lainnya, Gabriel Jesus, untuk bersinar.

Nama Sergio Aguero sangat sulit tergeserkan dari starting XI Manchester City dalam beberapa tahun terakhir. Wajar, sebab penyerang berkebangsaan Argentina itu punya kemampuan mencetak gol yang mumpuni.

Tidak hanya itu, ia juga merupakan sosok yang loyal terhadap klub dan tak pernah berganti seragam sejak didatangkan dari Altetico Madrid di tahun 2011. Aguero sudah menyumbang 173 gol dari 252 laga serta empat gelar Premier League.

Kualitas performa Aguero di atas lapangan tidak menurun kendati umurnya sudah mulai menua. Namun, tidak bisa dimungkiri bahwa cepat atau lambat ia akan menggantung sepatunya.

Selama ada Aguero, penyerang Manchester City lainnya sudah hampir pasti kesulitan untuk mendapatkan panggung. Gabriel Jesus mengetahui secara persis rasanya menjadi penghangat bangku cadangan sambil melihat aksi Aguero.

Tapi, tidak ada yang bisa ia lakukan selain bersabar. Ia tahu waktunya bersinar di Manchester City akan datang sebentar lagi. Toh, kepercayaan Josep Guardiola selaku pelatih kepada dirinya sangat besar.

"Saya tahu Sergio adalah seorang legenda, pencetak gol terbanyak di klub, orang terbaik. Saya menyukainya sebagai seorang pemain dan juga secara personal," ujarnya kepada the Sun.

"Saya tahu Sergio bisa mencetak gol di setiap pertandingan karena kualitas serta pengalamannya - dan setiap kali dia bermain, saya ingin dia mencetak gol, tentu saja, jadi saya menunggu dan menunggu," lanjutnya.

Keunggulan Gabriel Jesus dari Aguero adalah umur. Saat ini, penyerang asal Brasil tersebut baru berusia 22 tahun. Waktu baginya untuk berkiprah di dunia sepak bola masih panjang, tidak seperti Aguero yang mulai memasuki masa-masa akhir.

"Saya tahu Sergio tidak lagi muda seperti saya, dan sekarang saya tahu waktu saya sudah datang. Inilah waktu saya," ucap Gabriel Jesus.

"Saat anda tidak bermain, rasanya selalu sulit, tetapi saya tahu saya takkan tampil setiap waktu, dan saya hormat pada keputusan pelatih dan menghargai rekan saya Sergio karena dia adalah legenda klub."

"Dan saya pastinya tidak berpikir untuk menjadi yang terbaik di dunia, saya hanya ingin bermain dan mencetak gol. Sisanya akan berdatangan," tutupnya.

Gabriel Jesus Siap Geser Aguero dari Starting XI Manchester City


Man. City 2 - 1 Chelsea, Pasukan Frank Lampard Terjungkal di Etihad Stadium - Tiga poin berhasil diraup Manchester City saat bertemu dengan Chelsea dalam laga lanjutan Premier League, Minggu (24/11/2019). Bermain di Etihad Stadium, skuat besutan Josep Guardiola tersebut menang dengan skor 2-1.

Kemenangan tersebut membuat Manchester City berhasil naik ke peringkat tiga di klasemen dengan koleksi 28 poin. Sementara itu, Chelsea harus lengser ke posisi empat dan tertinggal dua angka dari the Citizens.

Duel antara dua tim besar Inggris ini sudah berjalan dengan seru sejak menit awal. Chelsea membuat peluang pada menit ke-8 melalui tembakan Willian. Sayang percobaan pemain berdarah Brasil tersebut tidak menemui sasaran.

Gol Chelsea! Berawal dari umpan matang Mateo Kovacic pada menit ke-21, N'Golo Kante yang menusuk masuk ke kotak penalti tuan rumah berhasil menyarangkan bola ke gawang. Chelsea pun unggul 1-0.

Manchester City tidak tinggal diam. Pada menit ke-29, sang juara bertahan Premier League itu berhasil mencetak gol melalui Kevin De Bruyne. Tembakannya sempat menyentuh pemain Chelsea dan membelokkan arah sehingga sang kiper, Kepa Arrizabalaga, salah langkah. 1-1.

Kedudukan berbalik! Manchester City mendapatkan gol kedua yang lahir dari kaki Riyad Mahrez pada menit ke-37. Pria berdarah Aljazair tersebut tidak menemui kesulitan berarti untuk mengubah operan Rodri Hernandez untuk menjadi gol. 2-1.

Setelahnya, Manchester City terus membombardir lini pertahanan Chelsea. Sayangnya mereka tak cukup beruntung untuk mencetak gol sehingga kedudukan 2-1 bertahan sampai babak pertama usai.

Manchester City masih dominan di babak kedua. Bahkan mereka sudah menciptakan peluang empat menit setelah wasit memulai pertandingan melalui aksi Riyad Mahrez. Sayang tembakannya tak menemui sasaran.

Mahrez kembali melepaskan tembakan pada menit ke-65. Namun mantan pemain Leicester City tersebut kembali tidak mengarah ke gawang Chelsea dengan baik. Mahrez tampil cukup apik pada laga kali ini.

Sergio Aguero jatuh di kotak penalti Chelsea di menit ke-73. Pria berdarah Argentina itu terjatuh usai berduel dengan pemain the Blues. Namun wasit tidak melihatnya sebagai pelanggaran dan melanjutkan permainan.

Meski terus ditekan, namun bukan berarti Chelsea tak mampu menciptakan peluang. Pada menit ke-80, Willian melepaskan tendangan keras yang berhasil ditepis oleh Ederson! Wasit sepertinya luput dan menghadiahkan goal kick untuk City.

Pada masa injury time, Manchester City kembali menjebol gawang Chelsea melalui aksi Raheem Sterling. Namun setelah berkonsultasi dengan tim VAR, gol tersebut dianulir karena Sterling sudah berada di posisi offside. Alhasil, kedudukan 2-1 untuk City bertahan sampai akhir pertandingan.

Man. City 2 - 1 Chelsea, Pasukan Frank Lampard Terjungkal di Etihad Stadium



Tottenham Resmi Pecat Pochettino, Mourinho Dikabarkan Segera Merapat - Klub Premier League, Tottenham akhirnya mengumumkan bahwa mereka telah resmi memecat Mauricio Pochettino dari kursi manajer menyusul serangkaian hasil buruk musim ini.

Pochettino mulai menangani Tottenham sejak Mei 2014 silam. Prestasi terbaik Pochettino adalah mengantar Spurs finis di peringkat dua Premier League musim 2016-17 serta melaju hingga partai final Liga Champions musim 2018-19 kemarin.

Di musim ini, penampilan Tottenham memburuk. Harry Kane dkk sementara berada di peringkat ke-14 klasemen Liga Inggris setelah baru meraih tiga kemenangan, lima hasil seri, dan 4 kali kalah.

Di Liga Champions, Tottenham juga masih berada di peringkat kedua Grup B dengan raihan 7 poin. Tottenham juga sempat dibantai 2-7 oleh Bayern Munich.
Pochettino, yang juga sempat menukangi Espanyol serta Southampton, sudah memimpin 293 laga Tottenham. Rinciannya, ia meraih 159 kemenangan, 62 imbang, dan 72 kalah, dengan persentase kemenangannya 54,3%.

Sayang peruntungan Pochettino tak bagus pada musim ini. Spurs tampil angin-anginan di Premier League dan untuk sementara duduk di peringkat 14 klasemen. Spurs lewat sang petinggi, Daniel Levy pun mengungkapkan alasan mereka harus mengakhiri kebersamaan dengan Pochettino.

Kami sangat enggan untuk melakukan pergantian manajer ini, ini bukanlah keputusan yang diambil dewan direksi dengan mudah, tidak juga dengan buru-buru. Hasil domestik yang sangat disesalkan pada akhir musim lalu dan awal musim ini sangat mengecewakan.

Setelah Pochettino resmi dipecat, rumor mengenai siapa penggantinya pun kini ramai dibicarakan. Salah satu kandidat terkuat adalah eks manajer Chelsea dan Manchester United, Jose Mourinho.

Baru-baru ini muncul rumor yang menyebut bahwa Mourinho yang berhasrat segera kembali ke dunia kepelatihan memang tengah mengincar posisi manajer Spurs.

Mourinho kabarnya belum kapok berkarier di Premier League meski sebelumnya ia pernah tiga kali dipecat, masing-masing dua kali oleh Chelsea dan satu kali oleh Manchester United.

Tottenham Resmi Pecat Pochettino, Mourinho Dikabarkan Segera Merapat 


Jamie Vardy Sabet Penghargaan Pemain Terbaik EPL Bulan Oktober 2019 - Striker Leicester City Jamie Vardy terpilih sebagai Premier League Player of the Month alias pemain terbaik EPL di bulan Oktober 2019.

Vardy saat ini sudah berusia 32 tahun. Namun ia kembali tampil lebih tajam sejak Leicester ditangani oleh Brendan Rodgers. Untuk bulan Oktober kemarin, Vardy bermain di tiga pertandingan di pentas Premier League.

Hebatnya, ia berhasil mengemas empat gol yang ia hasilkan dari dua laga saja, lalu dia mencetak satu gol saat melawan Burnley. Saat itu timnya menang 2 - 1, Kemudian ia mencetak hattrick saat berjumpa Southampton. Saat itu Leicester berhasil menang telak 0-9 di St Marys' Stadium.

Vardy tentu merasa sangat senang bisa meraih penghargaan tersebut. Namun ia bersikap merendah. Penyerang gesit ini mengatakan semua ini tak terjadi berkat dirinya sendiri. Penghargaan itu ia raih berkat bantuan rekan-rekannya.

Sangat bagus untuk memenangkan penghargaan tetapi itu hanya menunjukkan apa yang telah dilakukan tim juga, katanya. Kami telah menempatkan kinerja yang baik dan untungnya bagi saya, saya telah mendapatkan peluang dan memasukkannnya, lanjut Vardy.

Jamie Vardy terpilih menjadi pemenang melalui mekanisme voting. Ia mendapatkan suara terbanyak dari para fans ketimbang lima kandidat lainnya.

Kandidat lainnya adalah gelandang Aston Villa, Jack Grealish dan pemain tengah Manchester City, Ilkay Gundogan. Ada juga kiper Sheffield United Dean Henderson, dan winger Chelsea Willian. Ia juga memenangkan persaingan dengan rekan setimnya sendiri di Leicester City, Youri Tielemans.

Musim 2019-20 ini, Jamie Vardy telah mengemas 10 gol dari 12 pertandingan di semua ajang kompetisi. Leicester City sendiri sekarang berada di peringkat ketiga klasemen sementara Premier League dengan raihan 23 poin dari 11 pertandingan.

Jamie Vardy Sabet Penghargaan Pemain Terbaik EPL Bulan Oktober 2019 


Januari nanti, Pedro akan putuskan Hengkang dari Chelsea - Klub Premier League, Chelsea diberitakan akan kehilangan salah satu pemain senior mereka di bulan Januari nanti. Winger mereka, Pedro Rodriguez mulai mempertimbangkan hengkang dari London Barat.

Pedro merupakan salah satu pemain senior di Chelsea. Ia pertama kali bergabung dengan The Blues pada tahun 2015 silam dari Barcelona.

Empat tahun terakhir, Pedro berkontribusi cukup besar untuk skuat Chelsea. Ia membantu The Blues memenangkan satu gelar EPL dan satu gelar FA Cup.

Namun Pedro ingin menyudahi kebersamaannya dengan Chelsea. Ia diberitakan akan pindah dari Stamford Bridge di bulan Januari nanti.

Pertimbangan utama Pedro meninggalkan Chelsea karena ia mulai tersisih dari skuat The Blues, di era Frank Lampard, Winger Spanyol itu minim mendapatkan jam bermain.

Pedro hanya tiga kali bermain di ajang Premier League musim ini. Pedro merasa jatah bermainnya musim ini terlalu sedikit sehingga ia berencana untuk hengkang di bulan Januari nanti.

Laporan tersebut mengklaim bahwa Frank Lampard tidak akan menghalangi kepergian Pedro. Dia menilai bahwa sang winger tidak terlalu cocok dengan gaya bermainnya, untuk itu ia tidak keberatan untuk melepaskannya pergi.

Selain itu Lampard juga tertolong dengan kepergian Pedro, karena ia berencana untuk membeli winger baru untuk memperkuat lini serang mereka, sehingga pemain itu akan memiliki tempat di skuat Chelsea nanti.

Klub manapun yang ingin memboyong Pedro bakal mendapatkannya dengan harga yang murah, kontrak sang winger di London Barat berakhir pada musim panas tahun depan, sehingga Chelsea tidak keberatan melepasnya dengan harga yang murah.

Januari nanti, Pedro akan putuskan Hengkang dari Chelsea





Perasaan Jurgen Klopp Saat Melihat Liverpool Nyaris Kalah - Liverpool sekali lagi menuntaskan comeback dramatis untuk memetik kemenangan berikutnya di Premier League 2019/20. Kali ini Aston Villa yang jadi korban kekuatan dan kerja keras skuad The Reds.

Sabtu (2/11/2019) malam WIB, Liverpool membuktikan mentalitas mereka di Villa Park. Gol Mahmoud Hassan di menit ke-21 membuat tim asuhan Jurgen Klopp tertekan, bahkan terus berada dalam posisi sulit sampai akhir pertandingan.

Barulah di menit ke-87 Liverpool bisa bernapas lega usai gol penyeimbang Andrew Robertson. Tujuh menit kemudian, kelegaan itu berubah menjadi sorak gembira ketika Sadio Mane mencetak gol kemenangan tepat sebelum wasit meniup peluit panjang.

Tertinggal 0-1 sampai menit ke-87 bukan situasi mudah. Mau tidak mau pasti ada pikiran negatif yang merayap memasuki benak pemain dan pelatih Liverpool. Mereka pasti berpikir bakal kalah, tapi akhirnya mental yang berbicara.

"Sejujurnya, saya tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal seperti itu [akan kalah]. Saya tidak ada di lapangan untuk merasa senang, kecewa, sedih, marah, atau apa pun," tegas Klopp di Liverpoolfc.com.

"Ya, terkadang saya marah, tapi bukan karena saya merencanakan itu. Saya tidak pernah sedetik pun berpikir: 'apakah kami sudah kalah?' atau 'masih bisakah kami menang?'."

Lalu, yang paling penting adalah keyakinan para pemain. Klopp tahu skuadnya akan selalu percaya. Selama menit masih tersisa, mereka punya kesempatan untuk meraih hasil terbaik.

"Saya tidak pernah berpikir bahwa kami sudah pernah mewujudkan beberapa comeback apik dan yakin bakal terulang hari ini - bagaimana bisa Anda berpikir seperti itu?" sambung Klopp.

"Namun, kami tahu itu mungkin, semua orang tahu segalanya masih mungkin. Kami tahu itu, para pemain mencoba yang terbaik di lapangan."

"Itulah sepak bola, Anda harus memahami situasi-situasi ini," tutupnya.

Perasaan Jurgen Klopp Saat Melihat Liverpool Nyaris Kalah

Ryan Giggs Sebut Marcos Rojo Penyebab MU Imbang Lawan Liverpool - Sebuah kritikan diberikan Ryan Giggs kepada Marcos Rojo. Legenda MU itu menilai sang bek membuat kesalahan yang fatal sehingga United gagal mengalahkan Liverpool.

Pada pertandingan pekan kesembilan EPL kemarin, United nyaris meraih kemenangan ketiga mereka musim ini. Hingga menit ke 84, Setan Merah berhasil unggul 1-0 dari Liverpool berkat gol Marcus Rashford.

Namun satu menit berselang, petaka terjadi di skuat Setan Merah. Ada kesalahan koordinasi di lini pertahanan mereka, sehingga Adam Lallana berhasil menyamakan kedudukan di laga tersebut.

Giggs percaya bahwa gol itu seharusnya bisa diantisipasi dengan baik oleh lini pertahanan United. "[Aaron] wan Bissaka mungkin belum terlalu banyak bermain, dan jika ia lebih fit hari ini ia bisa bergerak lebih cepat dan menggagalkan peluang itu," ujar Giggs kepada Optus Sport.

Giggs menilai bahwa kesalahan lini pertahanan MU itu terletak pada diri Marcos Rojo. Ia percaya jika bek Argentina itu memotong bola umpan Andrew Robertson itu, maka gol itu tidak terjadi.

"Saya merasa aneh ketika Rojo membiarkan bola itu ke arah Maguire. Jika ia berada di posisinya, maka ia seharusnya bisa menyapu peluang tersebut."

"Ash [Young] tidak berada dalam posisi yang tepat, namun jika anda melihat posisi Rojo, ia hanya mengantisipasi kemana bola akan mengalir dan bukannya bertahan di posisinya."

Giggs mengaku kesal United harus kebobolan dengan cara seperti itu. Namun ia mengakui Liverpool layak mendapatkan gol itu karena mereka bekerja keras di babak kedua untuk menyamakan kedudukan.

"Saya rasa itu gol yang buruk yang bisa anda berikan ke tim lawan. Namun Liverpool di lima atau 10 menit terakhir benar-benar bekerja keras untuk mencetak gol."

"Anda bisa melihat Robertson maju membawa bola sampai sangat ke depan, padahal sebelumnya ia dan Trent Alexander-Arnold hanya melepaskan umpan silang di jarak 40-45 yard dari gawang." ia menambahkan.

Hasil imbang tersebut membuat United harus rela kembali turun peringkat di klasemen sementara EPL musim ini. Setan Merah kini hanya menempati peringkat 13 setelah hanya mengoleksi 10 poin dari sembilan pertandingan EPL musim ini.


Ryan Giggs Sebut Marcos Rojo Penyebab MU Imbang Lawan Liverpool 



Solskjaer Pastikan Cedera David De Gea Tidak Serius - Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer angkat bicara terkait situasi cedera David De Gea. Solskjaer memastikan sang kiper tidak mengalami cedera yang serius sehingga ia tidak akan absen dalam jangka waktu yang lama.

De Gea yang merupakan kiper utama United mendapatkan musibah di jeda Internasional. Ia mengalami cedera saat membela Timnas Spanyol saat menghadapi Swedia di Kualifikasi Euro 2020.

Ada beberapa kabar mengenai rumor cedera De Gea. Ada yang mengatakan bahwa sang kiper kemungkinan akan absen cukup lama karena cedera itu.

Namun Solskjaer mengonfirmasi bahwa sang kiper tidak mengalami cedera yang parah. "Well, saya tidak memperkirakan dia bisa bermain [vs Liverpool], tetapi cederanya tidak separah yang kami takutkan," ujar Solskjaer kepada situs resmi Manchester United.

Solskajer mengaku cukup khawatir saat mendengar bahwa De Gea mengalami cedera otot saat membela Timnas Spanyol, dia mengakutakut karena cedera otot biasanya butuh waktu yang lama untuk pulih seutuhnya.

Ketika saya menonton pertandingan itu [Spanyol vs Swedia] saya takut David akan absen hingga jeda internasional berikutnya, karena kami memiliki sejarah yang buruk dengan cedera otot. Namun untungnya cedera yang ia dapatkan tidak separah yang kami takutkan.

Pada kesempatan ini, Solskjaer juga ditanyai mengenai kondisi beberapa pemainnya seperti Anthony Martial dan Luke Shaw yang dirumorkan akan comeback kali ini. Solskjaer belum bisa memastikan apakah pemain-pemain itu bisa tampil atau tidak di laga tersebut.

"Tentu saja saya ingin mengatakan kepada kalian [media] mengenai berita positif mengenai cedera kami. Semoga saja di hari Minggu ada beberapa pemain yang bisa bermain."

"Kami akan mengevaluasi kondisi mereka di dua sesi latihan berikut karena ada beberapa pemain yang baru berlatih lagi bersama kami. Jadi mereka diambang comeback, namun saya masih belum bisa memastikan." ia menandaskan.

Manchester United saat ini tengah mempersiapkan Sergio Romero untuk pertandingan melawan Liverpool di akhir pekan nanti. Kiper asal Argentina itu diyakini memiliki kualitas yang memadai untuk menggantikan kiper Timnas Spanyol tersebut.

Solskjaer Pastikan Cedera David De Gea Tidak Serius




Manajer Leicester City, Brendan Rodgers, sudah siap bertemu Liverpool. Rodgers memastikan pasukannya akan bertanding menghadapi The Reds tanpa rasa takut.

Leicester akan ditantang oleh Liverpool di Anfield dalam lanjutan Liga Inggris, Sabtu (5/10). The Foxes saat ini sedang tampil bagus dan berada di peringkat tiga klasemen dengan 14 poin, tertinggal 7 angka dari Si Merah yang memuncaki klasemen.

Pertandingan ini juga menandai kembalinya Rodgers ke Anfield. Seperti diketahui, manajer asal Irlandia Utara itu pernah menangani Liverpool di periode 2012-2015. Ia nyaris membawa Liverpool menjuarai Liga Inggris di musim 2013/14, sebelum akhirnya disalip oleh Manchester City di pekan-pekan terakhir.

"Saya benar-benar menantikan laga itu," ujar Rodgers dikutip BBC. Selain itu, ia juga sedikit bernostalgia tentng masa-masa ia menjadi menangani Steven Gerrard dkk. Sebuah hal besar bagi saya bisa menangani Liverpool selama tiga tahun."

"Saya selalu menghormati semua orang di sana. Pemilik klub, mereka telah memberikan kesempatan pada saya, saat masih berusia 39 tahun. Saya bisa melatih selama tiga musim penuh, mendapat kesempatan melatih salah satu klub terbesar di dunia."


Liverpool bisa bernapas lega karena mereka tak harus dicoret dari Piala Liga Inggris. The Reds hanya didenda 200 ribu paun karena menurunkan pemain ilegal.

Seperti diberitakan sebelumnya, English Football League (EFL) selaku operator kompetisi menilai Liverpool sudah melanggar aturan saat menurunkan Pedro Chirivella saat mengalahkan MK Dons 2-0 di babak ketiga pekan lalu.

Pedro dianggap masih bermasalah statusnya menyusul kegagalannya gabung Extremadura paruh kedua musim lalu. Saat itu dokumen transfernya menggantung karena telat didaftarkan.

Alhasil hingga saat ini Pedro belum punya ITC (International Transfer Clearance) sebagai keabsahan statusnya sebagai pemain Liverpool. Ancaman dicoret dari kompetisi pun sempat membayangi Liverpool.

Namun, setelah otoritas berwenang melihat lebih dalam kasus tersebut dari keterangan Liverpool, akhirnya diputuskan hukumannya hanya berupa denda 200 ribu paun atau sekitar Rp 3,4 M. Liverpool hanya harus membayar setengahnya lebih dulu dan sisanya ditangguhkan hingga akhir musim 2020/2021.

"Setelah meneliti berbagai macam bukti, petinggi kompetisi memutuskan bahwa Liverpool tidak akan dicoret dari kompetisi karena beberapa faktor penting," demikian pernyataan EFL.

"Dalam hal ini, petinggi menyadari bahwa klub sudah meminta ITC pemain kepada FA di awal musim ini."

"Klub pun bisa mengikusertakan pemain dalam susunan tim untuk laga Premier League Two, yang mana hal itu tidak dilaporkan kepada Premier League dan EFL sampai laga kontra MK Dons."

Liverpool lolos ke babak keempat dan akan menghadapi Arsenal di Anfield akhir Oktober ini.


Imbang dengan Arsenal di Old Trafford boleh jadi tak seburuk kelihatannya, well jika dibandingkan kekalahan. Tapi Manchester United sudah mengukir rekor buruk.

MU berimbang 1-1 dengan Arsenal di Old Trafford, Selasa (1/10/2019) dinihari WIB pada lanjutan pekan ketujuh Liga Inggris. Sempat memimpin berkat gol Scott McTominay di akhir babak pertama, MU gagal menang setelah dibobol Pierre-Emerick Aubameyang pada menit ke-58.

Ini jadi kedua kalinya beruntun MU gagal menang, dengan pekan lalu kalah 0-2 dari West Ham United. Setan Merah pun belum mampu beranjak dari papan tengah.

Tim arahan Ole Gunnar Solskjaer tersebut kini berada di posisi 10, baru mengumpulkan sembilan poin dari tujuh pertandingan. MU memetik dua kemenangan, tiga kali imbang, dan dua kali kalah.

Jumlah poin itu sudah mengantarkan MU ke sebuah catatan khusus, yang niscaya tak menyenangkan. Opta menyebut bahwa ini adalah start terburuk MU sejak musim 1989/1990 silam.

Pada musim yang berlangsung 30 tahun silam itu, MU mencatatkan tujuh poin dari tujuh pertandingan pertama.

Catatan ini akan semakin menambah sorotan untuk Paul Pogba dkk. Terlebih mengingat gol Arsenal merupakan 'pemberian' mereka alias tercipta dari kesalahan sendiri.

Di Liga Inggris, MU punya kesempatan untuk segera kembali ke jalur positif pekan depan saat bertandang ke Newcastle United. Newcastle saat ini ada di zona merah, menempati posisi 19.

David de Gea takkan lagi ditangani oleh pelatih kesayangannya, Emilio Alvarez. Alvarez memutuskan pergi tak lama setelah De Gea teken kontrak baru.

Kebersamaan Alvarez dan De Gea sudah terjalin sejak keduanya sama-sama masih di Atletico Madrid. Setelah De Gea gabung MU pada 2011, Alvarez masih bertahan di klub ibukota itu.

Melesatnya karier De Gea bersama Manchester United tak lepas dari pelatihan Alvarez selama di Atletico. Oleh karenanya, De Gea meminta MU untuk merekrut Alvarez pada 2016.

Namun, setelah keduanya berada di MU, performa De Gea cenderung menurun dan bahkan dalam setahun terakhir kerap melakukan blunder. Sudah begitu, De Gea sepanjang musim lalu sulit mencatatkan clean sheet.

Menurut laporan media-media Inggris, metode kepelatihan Alvarez pun dipertanyakan. Padahal bertahannya De Gea di MU juga tak lepas dari keberadaan Alvarez.

Sayangnya, gaya melatih Alvarez kabarnya juga tidak disukai kiper-kiper MU lainnya dan juga manajer Ole Gunnar Solskjaer. Solskjaer pun lantas mendatangkan Richard Hartis sebagai pelatih kiper musim panas lalu.

Kedatangan Hartis ini mau tak mau membuat Alvarez memutuskan pergi dari MU dan mengumumkannya kepada klub awal pekan ini. Hartis adalah staf pelatih Solskjaer selama di Cardiff City dan Molde.

"Saya ingin berterima kasih atas segala bantuan dan kerja keras Emilio sejak saya kembali ke klub ini. Kami mendoakan yang terbaik untuknya di masa depan," ujar Solskjaer di ESPN.

Kepergian Alvarez ini hanya selang dua pekan setelah De Gea menandatangani kontrak baru yang membuatnya bertahan di klub hingga 2023.

"Saya selalu bangga bisa bekerja di klub ini. Saya mendoakan yang terbaik untuk setiap penampilan Anda."


Liverpool terancam dicoret dari Piala Liga Inggris musim ini. Itu setelah Liverpool menurunkan pemain yang tak memenuhi kriteria saat menghadapi MK Dons.

Dia adalah gelandang Pedro Chirivella. Pedro tampil sebagai pemain cadangan dalam pertandingan di Stadium MK pada Kamis (26/9/2019) dini hari WIB. Pedro menggantikan Naby Keita di menit ke-63.

Di akhir laga, tim besutan Juergen Klopp itu memenangkan pertandingan atas MK Dons itu dengan skor 2-0. The Reds sekaligus memastikan lolos babak keempat Liga Inggris.

Di laga itu, Liverpool menurunkan pemain-pemain muda. Termasuk Pedro, 22 tahun.

Kehadiran Pedro berbuntut karena membuat Liverpool terancam tak bisa melanjutkan perjalanan di Piala Liga Inggris itu. English Football League (EFL) selaku operator turnamen, menerima laporan kalau Pedro tak memenuhi kriteria untuk turut bertanding dalam ajang itu itu.

"Kami sedang mempertimbangkan kasus ini," kata juru bicara EFL seperti kepada The Athletic dan dikutip Metro.

Sementara itu, perwakilan Liverpool belum bisa memberikan komentar panjang. Mereka membutuhkan waktu untuk mengumpulkan fakta.

"Klub menyadari potensi masalah administrasi yang berkaitan dengan salah satu pemain kami," kata juru bicara Liverpool.

"Kami bekerja sama dengan pihak berwenang terkait untuk menetapkan fakta-fakta masalah ini dan tidak akan berkomentar lebih lanjut sampai proses ini selesai," dia menambahkan.


Arsenal telah menentukan kapten barunya. Unai Emery mengonfirmasi Granit Xhaka terpilih sebagai kapten permanen mulai musim ini.

Arsenal kehilangan tiga kapten utamanya musim lalu menyusul kepergian Laurent Koscielny, Petr Cech, dan Aaron Ramsey. Musim ini, Emery merotasi pemain untuk memakai ban kapten.

Hari Jumat (27/9/2019), Emery mengumumkan kalau Xhaka akan menjabat sebagai kapten permanen Arsenal. Emery berkonsultasi kepada para pemain sebelum memberi tahu skuatnya soal keputusan tersebut.

Xhaka memang paling sering dipercaya menjadi kapten pada musim ini. Gelandang internasional Swiss itu enam kali jadi kapten dalam delapan pertandingan Arsenal.

"Xhaka itu dewasa, dia berpengalaman. Kami hidup di bawah tekanan dan kritik, sebagai pelatih, pemain, dan klub. Yang paling penting adalah menghadapi setiap momen dengan berani," ujar Emery seperti dilansir Sky Sports.

"Saya bicara kepadanya, kami ingin mengubah opini orang luar (tentang dirinya). Respek yang dia punya di internal itu sangat penting. Saya percaya kepadanya. Dia orang baik, seorang profesional, dan pemain bagus."

"Kadang dia membuat kesalahan, tapi yang paling penting adalah menganalisis, belajar, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan itu. Dia bisa maju dengan kualitas, sikap, dan komitmennya, dan para pemain memilihnya sebagai pemimpin pertama," katanya.


Pengajuan Liverpool untuk hak paten nama 'Liverpool' dalam produk dan jasa di bidang sepakbola ditolak. Hal itu diumumkan pihak The Reds di situs resmi mereka.


Pihak Liverpool menerima keputusan tersebut dari The Intellectual Property Office (IPO) atau Badan Kekayaan dan Intelektual Inggris. Mereka menolak pengajuan Si Merah karena faktor 'Geographical Significance'.

"Klub menerima keputusan yang telah diambil oleh Property Office (IPO). Hal ini terkait dengan apa yang disebut penilaian sebagai 'Geographical Significance' dari Liverpool sebagai kota dibandingkan dengan penggunaannya sebagai merek dagang oleh klub sepakbola lain di Inggris," bunyi pernyataan pihak Liverpool di situs resmi mereka.

Tindakan Liverpool mengajukan hak paten nama 'Liverpool' ini memang melahirkan banyak penolakan. Walikota Liverpool, Joe Anderson, sudah menyatakan menentang
tindakan juara Liga Champions musim lalu tersebut. Kecaman juga datang dari Pemilik bisnis independen dan klub lokal bernama City of Liverpool FC.

Terkait penolakan tersebut, pihak Liverpool menegaskan telah bertemu dengan pemilik bisnis independen dan klub lokal. Klub asal Merseyside ini juga menjelaskan upaya mereka tersebut murni untuk melindungi klub dan pada fans.

"Harus ditekankan bahwa apa yang kami diajukan memiliki tujuan yang baik. Ini dilakukan untuk melindungi dan memajukan kepentingan klub dan para pendukungnya. Namun demikian, kami menerima keputusan dan semangat dari apa yang telah dibuat," ujar CEO Liverpool, Peter Moore.

"Dalam kesempatan ini, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang terlibat terkait dalam proses tersebut. Terutama untuk pemilik bisnis independen dan klub sepakbola lokal," jelasnya

Mohamed Salah tidak memenangi penghargaan Pemain Terbaik FIFA 2019. Penyerang Liverpool itu kabarnya berselisih dengan Federasi Sepakbola Mesir (EFA).

The Best FIFA Men's Player 2019 dimenangkan striker Barcelona Lionel Messi, yang mengalahkan Virgil van Dijk (Liverpool) dan Cristiano Ronaldo (Juventus).

Salah, yang juga masuk dalam 10 besar nominasi, cuma menempati urutan keempat dalam pemungutan suara. Hal itu diklaim karena dua suara dari EFA hilang

Dilansir BBC, EFA beranggapan dua suara mereka dalam voting hilang. Suara dari pelatih Shawky Gharib dan kapten Ahmed Elmohamady, yang diklaim memilih Salah, disebut tidak dihitung FIFA.

Padahal, suara jurnalis resmi Mesir Hany Danial justru masuk dalam perhitungan FIFA. Hal itu yang membuat EFA dikabarkan mempertanyakannya kepada FIFA.

Namun ada kabar, EFA sendiri yang tak mendaftarkan kedua suaranya kepada FIFA. Hal itu kemudian dibantah Elmohamady. "Tidak benar saya tidak memilih. Saya memberikannya untuk Salah," ungkap Elmohamady.

Situasi ini kabarnya membuat Salah marah ke EFA. Laporan keributan itu mencuat usai pemain berusia 27 tahun itu kata Mesir pada profil akun Twitter-nya, menjadi bertuliskan 'Pemain Liverpool' saja.

Hal itu pun tampak dibantah oleh Salah. Dalam kicauannya tak lama berselang, ia menulis "Tak peduli bagaimana mereka mengubah cinta saya pada kalian [Mesir] dan orang-orangnya, mereka tidak akan bisa," cuit Salah.

Musim lalu, Salah memang tampil apik bersama Liverpool. Ia menjadi pencetak gol terbanyak Liga Inggris dengan 22 gol, bersama Mane dan Pierre-Emerick Aubameyang, dan membantu Liverpool menjuarai Liga Champions.



Bermain dengan 10 pemain, Arsenal mampu bangkit dari ketertinggalan saat berjumpa Aston Villa di pekan ke-6 Liga Inggris. Meriam London menang 3-2.

Bertanding di Stadion Emirates, Minggu (22/9/2019), Arsenal tertinggal terlebih dahulu lewat gol John McGinn pada menit ke-20. Posisi The Gunners semakin tak menguntungkan setelah Ainsley Maitland-Niles mendapat kartu merah pada menit ke-41.

Bermain dengan 10 orang pemain, Arsenal justru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-59 lewat penalti Nicolas Pepe. Namun satu menit berselang Aston Villa kembali unggul lewat Wesley Moraes.

Pada 10 menit terakhir laga, pasukan Unai Emery secara dramatis bangkit dengan mencetak dua gol melalui Calum Chamber dan Pierre-Emerick Aubameyang. Mereka menutup laga dengan kemenangan 3-2.

Hasil ini membuat Arsenal berada di peringkat keempat lewat torehan 11 poin dari enam laga. Sementara Aston Villa, masih berkutat di zona degradasi dengan berada di urutan ke-18 dengan baru mengumpulkan empat poin.

Jalan nya Pertandingan :

Arsenal langsung mendapat peluang di menit ke-2 lewat Ainsley Maitland-Niles, namun penyelesaian akhirnya masih jauh dari sasaran. Dua menit berselang, Aston Villa balas mengancam dari sepakan John McGinn, usahanya bisa diselamatkan Bernd Leno.

Setelahnya, Aston Villa tak mengendurkan serangan. Pada menit ke ke-11, Leno kembali menyelamatkan gawangnya dari sepakan McGinn. Semenit berselang, giliran tendangan Anwar El Ghazi yang dimentahkan Leno.

Di menit ke-19, Pierre-Emerick Aubameyang punya kesempatan mencetak gol. Namun tembakannya masih mampu ditangkap Heaton.

Konstan menyerang, Aston Villa berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-20. Berawal dari umpan silang El Ghazi di sisi kiri, McGinn yang lolos dari penjagaan David Luiz berhasil menyontek bola menjadi gol untuk membawa Arsenal unggul 1-0.

Tertinggal, Arsenal mencoba membalas pada menit ke-23. Nicolas Pepe mengancam, tapi sepakannya terlalu mudah untuk ditangkap Heaton.

Bencana untuk Arsenal muncul di menit ke-41. Maitland-Niles mendapat kartu kuning kedua pada laga ini. Hal tersebut membuat Arsenal harus bermain dengan 10 orang di sisa laga.

Setelahnya, tak ada lagi peluang yang tercipta dari kedua tim. Babak pertama ditutup dengan skor 1-0 untuk keunggulan The Villans.

Babak kedua dimulai, Arsenal mengambil inisiatif serangan dengan memainkan bola dari kaki ke kaki, diselingi aksi individu untuk membuka celah pertahanan Aston Villa yang cukup rapat. Upaya ini membuahkan hasil di menit ke-58.

Berawal dari pelanggaran Bjorn Engels kepada Matteo Guendouzi yang melakukan penetrasi ke kotak penalti. Wasit memberikan hadiah tendangan 12 pas untuk Arsenal. Nicolas Pepe yang ditunjuk sebagai algojo dengan tenang berhasil menaklukkan Heaton untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Namun tak perlu waktu lama untuk Aston Villa kembali unggul. Pada menit ke-60, Jack Grealish berhasil menembus pertahanan Arsenal yang lengah lewat sisi kiri sebelum melepaskan umpan tarik pada Wesley. Lewat satu sontekan, penyerang Brasil itu berhasil menaklukkan Leno.

Kembali tertinggal, Arsenal meningkatkan intensitas serangan. David Luiz bisa saja mencetak gol pada menit ke-66, jika tendangan bebasnya tak ditepis Heaton.

Tiga menit kemudian, Guendouzi melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola sepakannya masih membentur tiang gawang.

Rajin diserbu Arsenal, pertahanan kuat Aston Villa akhirnya rapuh di menit ke-81. Tusukan pemain pengganti Calum Chambers dari sisi kanan berhasil diakhiri dengan tembakan yang menjebol gawang Heaton.

Berhasil menyamakan kedudukan 2-2 membuat semangat Arsenal meningkat. Pada menit ke-84, The Gunners berhasil membalikkan keadaan. Lewat tendangan bebasnya, Aubameyang berhasil memperdaya Heaton untuk mengubah skor menjadi 3-2.

Aston Villa berusaha menyamakan kedudukan di sisa waktu yang ada. Namun pola serangan mereka yang mengandalkan umpan-umpan silang mudah digagalkan pertahanan Arsenal. Skor 3-2 untuk Arsenal tak berubah.

Susunan pemain :

Arsenal: Bernd Leno; Ainsley Maitland-Niles, Sokratis Papastathopoulos, David Luiz, Sead Kolasinac; Matteo Guendouzi, Granit Xhaka (Joe Willock 72'), Nicolas Pepe, Dani Ceballos (Lucas Torreira 72'), Bukayo Saka (Calum Chambers 46'); Pierre-Emerick Aubameyang.

Aston Villa: Tom Heaton; Neil Taylor, Tyrone Mings, Bjorn Engels, Frederic Guilbert; Jack Grealish, Marvelous Nakamba (Conor Hourihane 86'), John McGinn; Anwar El Ghazi (Henri Lansbury 88'), Wesley Moraes, Mahmoud Trezeguet (Ahmed Elmohamady 69').






Setelah Tammy Abraham, Kini Paul Pogba yang Jadi Korban Rasisme - Kasus rasisme kembali terjadi hanya selang beberapa hari setelah menimpa pemain muda Chelsea, Tammy Abraham. Kali ini penggawa Manchester United, Paul Pogba, menjadi korbannya.

Pogba diserang oleh publik setelah gagal menyelesaikan tugasnya sebagai eksekutor penalti kala MU bertemu Wolverhampton di laga pekan kedua Premier League, Selasa (20/8/2019). Skuat besutan Ole Gunnar Solskjaer itu pun bermain imbang 1-1.

Sebelum penalti dilakukan, sempat terlihat momen di mana Pogba berdiskusi dengan Marcus Rashford yang diyakini untuk menentukan eksekutor. Seperti yang diketahui, Rashford menjadi algojo penalti MU saat bertemu Chelsea pekan lalu.

Rashford berhasil menunaikan tugasnya dengan baik pada saat itu. Alhasil, Manchester United pun bisa meraih kemenangan dengan skor telak 4-0 atas rival bebuyutannya tersebut.

Kegagalan Pogba itu membuatnya menjadi sasaran maki-makian publik, yang datangnya banyak dari fans Manchester United sendiri. Mereka menumpahkan kekesalannya melalui media sosial Twitter.

Beberapa di antaranya merupakan ejekan. Namun tidak sedikit fans Manchester United yang menyerang Pogba dengan menyinggung kulit serta penampilan fisiknya.

Kekesalan para penggemar nampaknya sudah berada di batas ubun-ubun. Mereka pun tak sungkan untuk menyebut mantan gelandang Juventus tersebut dengan kata-kata yang tidak pantas. Bahkan menyamainya dengan binatang.

Padahal, belum lama ini, kasus yang sama sempat menimpa Tammy Abraham saat Chelsea bertemu Liverpool di ajang UEFA Super Cup. Masalahnya pun sama, yakni karena sang pemain gagal mengeksekusi tendangan penalti.

Frank Lampard selaku pelatih the Blues sempat menyerukan kepada perusahaan media sosial, terkhusus Twitter, untuk ambil andil dalam penanganan kasus rasisme.

"Perusahaan media sosial, apakah mereka akan menghentikan orang yang dengan santai memasang apa yang orang lakukan terhadap Tammy? Itu tanggung jawab mereka,

Kasus rasisme juga banyak terjadi di musim lalu. Beberapa korbannya cukup banyak datang dari pemain berkulit gelap, mulai dari Kalidou Koulibaly (Napoli), Pierre-Emerick Aubameyang (Arsenal), Moise Kean (Juventus, kini di Everton), hingga Raheem Sterling (Manchester City).

Setelah Tammy Abraham, Kini Paul Pogba yang Jadi Korban Rasisme