WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Bulu Tangkis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bulu Tangkis. Tampilkan semua postingan


WINBET299 - Anthony Sinisuka Ginting mengamankan tiket final Hong Kong Terbuka 2019 setelah mengalahkan rekannya asal Indonesia, Jonatan Christie. Ginting meraih kemenangan melalui rubber set dengan kedudukan 22-20, 13-21, dan 21-18.

Set pertama antara Jonatan dan Ginting berjalan menarik. Ginting sempat unggul jauh atas Jonatan, yaitu 11-1.

Namun, Jonatan bangkit dan mendapatkan enam poin secara beruntun sehingga membuat kedudukan menjadi 7-11.

Ginting kembali melesat dan unggul tujuh poin dengan kedudukan 17-10 atas Jonatan. Namun, Jonatan memberikan perlawanan sengit dan membuat kedudukan menjadi 20-20.

Pada akhirnya, Ginting menunjukkan kesiapannya dan menyudahi set pertama dengan skor 22-20.

Pada set kedua, Jonatan berusaha mengambil alih permainan. Ia mengambil enam poin pertama yang membuat Ginting tertinggal enam poin.

Jonatan membuktikan kesungguhannya untuk menang di set kedua. Ia menutup sete tersebut dengan skor 21-13.

Pada rubber set, Jonatan tampil agresif. Ia sempat unggul 13-7 atas Ginting. Namun, Ginting mengejar dan bisa menipiskan selisih poin hingga 11-13.

Ginting menunjukkan motivasi yang tinggi dan berhasil menyamakan kedudukan saat skor 18-18. Ginting menyudahi perlawanan Jonatan dengan skor 21-18.

Hasil itu membuat Ginting melaju ke final Hong Kong Terbuka 2019 dan akan menghadapi wakil tuan rumah, Lee Cheuk Yiu.



Rekor Fantastis Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan dalam Sejarah Kejuaraan Dunia - Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mencetak rekor di Kejuaraan Dunia Bulutangkis, setelah memenangi gelar ketiga pada edisi 2019 di Basel, Swiss.

Ahsan/Hendra meraih juara setelah mengalahkan pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, lewat pertarungan tiga gim dengan skor 25-23, 9-21, dan 21-15 di St Jacobshalle, Basel, Swiss, Minggu (25/8/2019) malam WIB.

“Kami sebenarnya tidak menyangka, karena kami tidak berpikir untuk juara. Kami hanya berpikir bagaiman berjuang maksimal," kata Ahsan.

Menariknya, Ahsan/Hendra tak pernah mengalami kekalahan saat tampil dalam turnamen tersebut, sebagai pasangan. Mereka memenangi gelar pada 2013, 2015, dan 2017.

Baca juga: Jadwal Pertandingan SepakBola Indonesia Shopee Liga 1 24 Agustus 2019

Tahun 2013, merupakan kali pertama The Daddies turun pada kejuaraan ini. Mereka sukses jadi juara setelah mengalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) di Guangzhou, China.

Edisi berikutnya, mereka mundur dari turnamen yang berlangsung di Copenhagen, Denmark. Penyebabnya, Ahsan mengalami cedera pinggang

Ahsan/Hendra kembali meraih juara pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015 yang digelar di Istora, Senayan. Di hadapan ribuan pendukung, Ahsan/Hendra mengalahkan ganda China, Liu Xiaolong/Qiu Zihan, pada partai final.

Tahun 2016, kejuaraan dunia tidak digelar karena pada tahun yang sama ada Olimpiade Rio de Janeiro.

Simak perjalanan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sebelum memenangi titel ketiga tahun ini.

Ahsan/Hendra sempat berpisah pada Kejuaraan Dunia 2017. Hendra tidak turun bertanding, sementara Ahsan meraih medali perak Bersama Rian Agung Saputro. Pada edisi berikutnya di Nanjing, China, The Daddies juga absen.

Kini di 2019, Ahsan/Hendra menorehkan catatan manis, dengan menjadi juara, sekaligus mengukuhkan dominasi Indonesia di nomor ganda putra sepanjang turnamen.

“Gelar ini untuk seluruh rakyat Indonesia yang baru merayakan hari kemerdekaan,” kata Ahsan


Rekor Fantastis Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan dalam Sejarah Kejuaraan Dunia