WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Bangga Anak Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bangga Anak Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tim EVOS Esports

EVOS Esports Indonesia dan RRQ Hoshi Indonesia sejak awal sudah diprediksi menjadi peraih juara M1 World Championship 2019 Malaysia. Benar saja, keduanya lolos ke babak final.

Pada partai grand final best of seven (Bo7), EVOS Esports menang dramatis atas RRQ dengan skor 4-3. Padahal, RRQ sempat unggul lebih dulu.

Keputusan EVOS menggunakan Grock, Masha, Lolita, Lylia dan Zhask sempat menuai kekhawatiran. Meski EVOS sanggup menyamakan kedudukan, mereka kembali tertinggal jauh 1-3.

Lewat kesabaran dan perubahan strategi, EVOS sanggup memperkecil kekalahan menjadi 2-3 pada game kelima. Seakan telah menemukan celah, mereka justru memukul balik RRQ hingga menang 4-3.

Diikuti oleh Negara-negara Lintas Benua

Panitia penyelenggara Mobile Legends (M1) World Championship menyediakan total hadiah sebesar 250ribu dolar Amerika Serikat. EVOS yang keluar sebagai juara pertama berhak atas hadiah uang senilai 80ribu dolar.

Sementara RRQ Hoshi mendapatkan hadiah sebesar 40ribu dolar. Untuk turnamen yang terbilang awam buat masyarakat, tentu hadiah uang ini sangatlah besar.

Tidak heran jika panitia menyediakan hadiah yang sangat besar mengingat pesertanya datang tak cuma dari Asia saja. Dari Asia, selain Indonesia, ada Malaysia, Singapura, Filipina, Myanmar, Kamboja, Jepang, Thailand, Laos, dan Vietnam.

Empat tim lainnya berasal dari Brazil, Rusia, Turki, dan Amerika Serikat.



Indonesia tampil gugup di hadapan ribuan suporter saat mengalahkan Filipina di Kualifikasi Piala Asia U-16 2020. Garuda Muda belum biasa ditonton banyak orang.

Indonesia menang 4-0 atas Filipina di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/9/2019) malam WIB. Gol-gol tim besutan Bima Sakti dicetak oleh Ahmad Athallah Araihan, Marselino Ferdinan, Alfin Farhan, dan Wahyu Agong.

Laga ini dihadiri oleh sekitar 3.000 penonton. Jumlah ini menurut Bima terbanyak selama dia membesut Garuda Muda dan bikin pemainnya sempat gugup.

"Pertama saya ucapkan alhamdulillah kami bisa memenangkan pertandingan hari ini," kata Bima selepas laga.

"Pertandingan pertama biasa memang sedikit nervous pemain, apalagi ini pertandingan pertama mereka di Indonesia dan di tonton 3.000 penonton karena sewaktu kami di Piala AFF kemarin penonton tidak terlalu banyak, paling hanya 100. Di Myanmar paling cuma 200 orang saja. Di Qatar malah tidak ada penontonnya. Jadi, penonton sedikit bikin (pemain) agak tegang," Bima melanjutkan.

"Sebenarnya kami banyak peluang, banyak kesempatan untuk bisa bikin gol karena gol sangat penting. Tadi saya sampaikan kepada pemain, banyak evaluasi terutama masalah penyelesaian akhir, kemudian bertahan juga harus lebih fokus lagi."

Indonesia selanjutnya akan berhadapan dengan Kepulauan Mariana Utara. Laga tersebut digelar di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Rabu (18/9) malam WIB.

Menjelang Indonesia vs Thailand, PSSI tak ingin kecolongan kaitannya dengan keamanan. Pengawasan di ring dua Stadion Gelora Bung Karno pun diperketat.

Usai menjamu Timnas Malaysia, skuat Simon Mcmenemy akan menghadapi Thailand dalam lanjutan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022, Selasa (10/9/2019). PSSI juga berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Daerah Metrojaya untuk masalah pengamanan.

Sebagai gambaran, saat menjamu Malaysia, Kamis (5/9), terjadi kericuhan di babak kedua hingga akhir pertandingan. Suporter turun ke lintasan atletik saat pertandingan tengah berlangsung yang berimbas laga dihentikan sementara

Kondisi tersebut tak hanya memaksa pihak-pihak terkait turun tangan, seperti menteri kedua negara, tapi sekaligus menyisakan pekerjaan rumah bagi sejumlah pihak. Tak berhenti sampai di sana, kericuhan juga menjalar sampai area luar GBK.

Agar hal tersebut tak terjadi kembali saat menjamu Thailand, PSSI pun terus berkoordinasi dengan keamanan.

"Belum tahu tapi kelihatannya pihak Polda melakukan rapat terkait hal ini. Mereka juga ingin mengantisipasi kejadian kemarin," kata Deputi Sekjen bidang Pengembangan Bisnis PSSI, Marsal Masita, kepada detikSport, dalam sambungan telepon.

"Mereka juga akan melihat berapa jumlah penonton yang akan datang tapi setahu saya, pengamanan di ring dua akan diperketat. Karena kemarin (saat kejadian Malaysia) ada lemparan-lemparan batu yang terjadi di ring dua sebenarnya, jadi pengamanan di sana diperketat," dia menjelaskan.

"Mengenai jumlah mereka seperti biasa melihat berapa jumlah penonton yang datang dan kami terus koordinasi dengan mereka untuk update (jumlah) penonton yang datang nanti," ujar dia.

Tak hanya itu, Marsal juga mengimbau untuk para suporter lebih bijaksana dalam menyikapi hasil pertandingan. Menurutnya, suporter sejati adalah fan yang siap menang dan kalah.

"Menurut saya jika kita punya kesempatan ke Eropa, kan kiblatnya di sana ya, banyak hal yang bisa jadi contoh. Fans di sana mau menang dan siap kalah. Jadi berapa ribu pun yang besok datang, Selasa, menurut saya adalah fan sejati karena mereka mau menang dan siap menerima kekalahan," ujar dia.

"Kita tahu kemarin kejadian beyond ekspektasi. Kalau hari ini mau menang lawan Thiland, kalau GBK penuh penonton itu sangat membantu, karena mereka adalah pemain ke-12," dia menegaskan.



Kekalahan Timnas Indonesia dan rusuh suporter membuat PSSI membuat langkah untuk membujuk penonton datang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Harga tiket dipotong.

Skuat Simon McMenemy melanjutkan langkah di Kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan menjamu Thailand di SUGBK, Senayan, Selasa (10/9/2019). Menuju laga tersebut, Timnas kalah 2-3 dari Malaysia. Statistik menunjukkan Skuat Garuda kalah segalanya dari timnas Malaysia.

Kekalahan dari timnas Malaysia dan bentrok suporter dikhawatirkan menjadi pemicu kemalasan suporter untuk nonton langsung Timnas saat menghadapi Thailand.

Atas pertimbangan itu, panpel membuat kebijakan dengan menurunkan harga tiket. Tiket Indonesia melawan Thailand dibagi dalam lima kategori, yang termurah adalah Kategori 3 dengan harga Rp 125 ribu. Lalu Kategori 2 seharga Rp 175 ribu dan Kategori 1 dibanderol Rp 350 ribu. Adapun tiket VIP Timur dihargai Rp 750 ribu. Yang termahal adalah VIP Barat dengan harga Rp 1 juta.

"Jujur, hari ini, belum dapat update, tapi harusnya sudah mencapai 7 ribu (tiket yang terjual). Kami sudah duga kalau hasilnya tak bagus ya animonya mengecewakan. Itu kan risiko. Risiko itu juga yang sudah kami pertimbangkan sejak awal banget dan kami harus siapkan cost untuk tiga pertandingan. Untuk itu juga, harga tiket kami turunkan 20 persen untuk kelas kategori 2 ke atas," kata Deputi Sekretaris Jenderal PSSI, Marsal Irwan Masita, kepada detikSport, Minggu (8/9/2019).

Marsal berharap dengan adanya penurunan harga, maka penonton yang hadir bisa lebih banyak. Meski dapat potongan besar, Marsal bahwa tiket yang dapat dibeli dengan potongan harga bisa dibeli melalui aplikasi mobile KitaGaruda.

"Tapi, saya tak bisa bilang apa-apa karena kami bukan Simon Mcmenemy. Pelatih pun tak mau hasilnya seperti itu kemarin, tapi imbasnya harus kami tanggung jawab dan jalani sama-sama. Enggak mungkin juga, 'Oh penontonnya sepi, pindahkan ke Stadion Madya kan tak mungkin. Jadi kami tetap komitmen sampai amit-amit kami kena sanksi. Ya, risiko itu kami terima dan sudah kami pikirkan di awal," dia menjelaskan.

"Penjualan tiket kan ada dua cara melalui website dan mobile apps. Nah, khusus yang discount untuk yang mobile aplikasi," kata dia.


Rekor Fantastis Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan dalam Sejarah Kejuaraan Dunia - Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mencetak rekor di Kejuaraan Dunia Bulutangkis, setelah memenangi gelar ketiga pada edisi 2019 di Basel, Swiss.

Ahsan/Hendra meraih juara setelah mengalahkan pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, lewat pertarungan tiga gim dengan skor 25-23, 9-21, dan 21-15 di St Jacobshalle, Basel, Swiss, Minggu (25/8/2019) malam WIB.

“Kami sebenarnya tidak menyangka, karena kami tidak berpikir untuk juara. Kami hanya berpikir bagaiman berjuang maksimal," kata Ahsan.

Menariknya, Ahsan/Hendra tak pernah mengalami kekalahan saat tampil dalam turnamen tersebut, sebagai pasangan. Mereka memenangi gelar pada 2013, 2015, dan 2017.

Baca juga: Jadwal Pertandingan SepakBola Indonesia Shopee Liga 1 24 Agustus 2019

Tahun 2013, merupakan kali pertama The Daddies turun pada kejuaraan ini. Mereka sukses jadi juara setelah mengalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) di Guangzhou, China.

Edisi berikutnya, mereka mundur dari turnamen yang berlangsung di Copenhagen, Denmark. Penyebabnya, Ahsan mengalami cedera pinggang

Ahsan/Hendra kembali meraih juara pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015 yang digelar di Istora, Senayan. Di hadapan ribuan pendukung, Ahsan/Hendra mengalahkan ganda China, Liu Xiaolong/Qiu Zihan, pada partai final.

Tahun 2016, kejuaraan dunia tidak digelar karena pada tahun yang sama ada Olimpiade Rio de Janeiro.

Simak perjalanan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sebelum memenangi titel ketiga tahun ini.

Ahsan/Hendra sempat berpisah pada Kejuaraan Dunia 2017. Hendra tidak turun bertanding, sementara Ahsan meraih medali perak Bersama Rian Agung Saputro. Pada edisi berikutnya di Nanjing, China, The Daddies juga absen.

Kini di 2019, Ahsan/Hendra menorehkan catatan manis, dengan menjadi juara, sekaligus mengukuhkan dominasi Indonesia di nomor ganda putra sepanjang turnamen.

“Gelar ini untuk seluruh rakyat Indonesia yang baru merayakan hari kemerdekaan,” kata Ahsan


Rekor Fantastis Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan dalam Sejarah Kejuaraan Dunia