Halo semuanya dan terima kasih telah menerima undangan ini, yang membuat saya bangga dan senang. Sangat berarti bagi saya kalian bisa datang. Saya selalu bilang ada empat hari yang sangat penting bagi pembalap. Pertama, ketika menjalani debut di ajang grand prix, kemudian ketika kali pertama memenangi balapan, memenangi gelar juara dunia kali pertama karena tak semua orang bisa melakukannya, dan saya bisa mencapainya; dan ketika Anda mengumumkan pensiun.
Tak terbayangkan hari itu akhirnya tiba bagi saya. Saya berada di sini untuk mengumumkan bahwa ini akan menjadi balapan terakhir saya di MotoGP dan setelah balapan ini saya pensiun sebagai pembalap profesional.
Ini semua dimulai ketika saya berusia tiga tahun dan praktis saya mendedikasikan 20 tahun di olahraga ini. Orang-orang yang bekerja untuk saya tahu betapa perfeksionis saya, betapa banyak energi dan intensitas yang saya curahkan untuk motor. Untuk menjadi perfeksionis Anda harus punya motivasi pribadi. Masa 9 tahun saya di Yamaha sangat mengesankan, mungkin yang terbaik dalam karier saya.
Kemudian saya menyadari butuh perubahan. Saya memutuskan pindah ke Ducati dan itu menjadi pelecut motivasi. Meskipun hasilnya buruk pada awalnya, itu memberikan motivasi ekstra untuk tidak menyerah dan meraih hasil luar biasa di Mugello, di depan fans Ducati. Kemudian saya pindah ke Honda, yang juga menjadi tantangan baru. Bagi semua pembalap mengendarai Repsol Honda adalah impian.
Pada titik ini pada karier saya, mustahil bagi saya mempertahankan motivasi dan target pada awal musim, itu tak realistis. Jadi saya harus mengatakan ini. Mohon maaf untuk Honda, dan terutama Alberto Puig, yang memberi saya kesempatan ini.
Saya ingat tes di Montmelo pada 2018 dengan sangat baik, pada pertemuan pertama kami dan kami bicara untuk kali pertama tentang perpindahan saya ke Honda. Saya bilang tak akan melakukan kesalahan, bahwa dia harus memercayai saya. Saya juga minta maaf kepada Honda, tapi saya rasa ini keputusan terbaik bagi saya dan tim. Karena Honda dan Lorenzo tak bisa hanya bertarung untuk poin, atau hanya berada di 5 besar atau podium. Kami adalah juara dan saya ingin juara di Honda.
Melihat karier saya yang luar biasa dan sukses, saya merasa menjadi pria yang beruntung. Kadang saya merasa satu dari jutaan orang yang beruntung. Saya bertarung melawan pembalap-pembalap hebat di generasi saya dan sebagian tak sesukses saya, dan beberapa gagal mencapai kelas premier dan harus mendedikasikan hidup mereka pada pekerjaan normal.
Saya selalu merasa bersyukur. Memang benar demi ini saya harus mengorbankan kehidupan saya, tapi Anda juga harus berada di tempat dan waktu yang tepat.
Saya menggunakan kesempatan ini untuk berterima kasih kepada semua yang membantu saya hingga berada di sini: Carmelo Ezpelata dan Dorna atas perlakuan yang selalu baik kepada saya. Juga kepada seluruh tim yang percaya kepada saya sepanjang karier: Derbi, Aprilia, Yamaha, Ducati, dan Honda. Terutama kepada Giampiero Sacchi, Gigi Dall'Igna, Lin Jarvis, dan Alberto Puig.
Tentu saja, juga ibu saya yang membawa saya ke dunia ini, ayah saya yang menularkan kecintaannya terhadap motorsport, dan pengorbanan yang harus dia lakukan. Serta terima kasih untuk fans, fan club, dan semua pencinta MotoGP yang tetap menjaga olahraga ini. Terima kasih atas bantuannya.